Materi Pembanding (Pers Liberal)

Asumsi Teori

Teori Pers Tanggung Jawab Sosial

Teori ini muncul pada abad ke-20 di Amerika Serikat. Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa kebebasan itu juga mengandung tanggung jawab yang sepadan, di mana pers memiliki tanggung jawab untuk menginformasikan, mendidik, dan memajukan masyarakat. Dan di sini, media berperan dalam mengindikasikan sebuah cerminan tentang keanekaragaman dalam masyarakat dan juga sebagai akses untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Sehingga, opini masyarakat, etika, dan reaksi konsumen lah yang menjadi kontrol atas kinerja pers. Selain itu, tak jarang terjadi munculnya konflik yang dapat membawa masyarakat ke forum diskusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Di Amerika Serikat, amandemen pertama dalam konstitusi AS tahun 1774 telah melarang pemerintah atau negara untuk membuat aturan yang membatasi atau menghalangi kebebasan pers. Dan komisi kebebasan pers yang dimiliki oleh AS telah memberikan daftar materi yang harus diperhatikan sebagai kewajiban pers terhadap masyarakat, yaitu adanya berita yang bersifat informatif, mengandung kebenaran, keakuratan, objektifitas, dan memiliki komposisi yang seimbang atau proporsional.

Ada enam tugas pokok yang harus dilakukan oleh pers dalam teori tanggung jawab sosial ini, yaitu :

- Melayani sistem politik dengan menyediakan informasi, diskusi, dan perdebatan dalam masyarakat.

- Memberi penerangan agar masyarakat dapat mengambil sikap atas fenomena yang terjadi di sekelilingnya.

- Menjaga hak perorangan dengan cara mengawasi jalannya pemerintahan.

- Melayani sistem ekonomi melalui penayangan iklan untuk mempertemukan penjual dengan pembeli secara tidak langsung.

- Hiburan

- Mengupayakan biaya sendiri agar tidak tergantung terhadap orang atau kelompok tertentu.

Komisi Kebebasan pers (1942-1947) atau dikenal pula sebagai Komisi Hutchins (w:Robert Hutchins) sebagai pencetus teori tanggung jawab sosial merupakan sebuah komisi untuk menyelidiki fungsi yang tepat bagi pers dalam demokrasi modern di Amerika serikat dan memberikan lima prasyarat yang dituntut masyarakat modern dari pers.

  1. pers harus menyajikan dalam pemberitaan yang benar, komprehensif dan cerdas, Lanjut membaca

Rangkuman

  1. Akulturasi : Proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur-unsur asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu.
  2. Asimilasi : suatu proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif, sehingga sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan golongan-golongan itu masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.
  3. Rogers (Depari : 1988) mengungkapkan ada enam ciri Komunikasi antar pribadi yaitu :

1. Arus pesan cenderung dua arah

2. Konteks Komunikasi tatap muka

3. Tingkat umpan balik yang tinggi

4. Kemampuan mengatasi selektivitas

5. Kecepatan mengungkap sasaran yang besar sangat lamban

6. Efek tampak pada perubahan sikap.

  1. Transaksi Silang (Crossed Transactions)

Transaksi ini terjadi jika berita/perilaku yang diperlihatkan oleh suatu ego state mendapatkan reaksi yang tidak diharapkan oleh ego state tersebut.

  1. Berzonsky (Cahyaningrum, 2002) menyatakan lebih lanjut bahwa ada empat aspek konsep diri, yaitu :

1)      Aspek fisik yaitu penilaian seseorang terhadap sesuatu yang dimilikinya.

2)      Aspek psikis yaitu meliputi pikiran, perasaan dan sikap terhadap dirinya.

3)      Aspek sosial yaitu peranan sosial yang dimainkan individu dan penilaian orang lain terhadap perannya.

4)      Aspek moral yaitu meliputi nilai– nilai dan prinsip–prinsip yang memberi arti dan arah bagi kehidupan seseorang.

  1. Pandangan individu tentang dirinya tersebut dipengaruhi oleh peristiwa belajar dan pengalaman, terutama yang berhubungan erat dengan dirinya, seperti harga diri, kegagalan dan kesuksesan (Surachman dalam Rahmah, 2003).

1)      Physical self (diri secara fisik), yaitu penilaian individu terhadap fisik yang dimiliki. Dalam hal ini individu dapat menerima keadaan fisik yang dimilikinya. Semua subjek merasa keadaan fisik yang dimilikinya tidak jauh berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya. Memiliki dimensi tubuh ideal, tidak kurang satu apapun dengan karakteristik seperti mata sipit, kulit kuning, fisik yang kuat dan besar, dan cara berpakaian berwarna mencolok.

2)      Family self (diri secara keluarga), yaitu keadaan individu di dalam keluarganya, misalnya adanya penerimaan keluarga terhadap keberadaan individu sebagai anggota keluarga. Setelah menganut Islam subjek merasa tidak memiliki hambatan dalam berhubungan dengan keluarganya. Hal ini terlihat dari tidak mengurangi kedekatan dalam berkomunikasi dan peranan subjek yang selalu dibutuhkan oleh keluarganya.

3)     Social self  (diri secara sosial), yaitu keadaan individu di dalam masyarakat. Keempat subjek memiliki social self yang lebih baik setelah masuk agama Islam karena dengan masuk Islam subjek sering mengikuti kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

4)      Personal self  (diri secara pribadi), yaitu sikap individu terhadap dirinya baik secara sadar maupun tidak sadar. Dalam menjalani kehidupan kadang muncul ketidakyakinan atas kemampuan dalam diri yang bisa menghambat proses pengembangan diri.

5)      Moral ethical self  (diri secara etika moral), yaitu gambaran individu terhadap hubungannya dengan Tuhan dan peraturan yang berlaku. Keempat subjek cukup konsisten dalam menjalankan perintah-Nya. Hal ini terlihat dari usaha subjek yang memperdalam tentang agama Islam baik melalui pengajian, dakwah, maupun buku-buku keagamaan. Lanjut membaca

RESUME of “Just” Writing vs Creative Writing

An Overview Writing has been a crucial and basic element to be mastered in order to develop our language acquisition ability. Creative writers typically decide an emphasis in either fiction or poetry, and they usually start with short stories or simple poems. Creative writers are often faced by writer’s block, a condition that is associated with writing as a profession, in which an author loses the ability to produce new work. Writing motivation can be intrinsic and extrinsic. writing has been a crucial and basic element to be mastered in order to develop our language acquisition ability. Creative Writers and The Obstacle Creative writers typically decide an emphasis in either fiction or poetry, and they usually start with short stories or simple poems. creative writers are also often faced by an issue called Writer’s Block. Writer’s block is a condition, associated with writing as a profession, in which an author loses the ability to produce new work (Flaherty : 2004). In order to solve the writer’s block, there is an effective remedy that we should use to wipe this obstacle out. This very thing is called MOTIVATION. Moreover, after we have managed our motivation in writing, there is also an additional

Tips to make the motivation as the appropriate solution for this case. As it stated by Natalie Goldberg, often referred as Natalie Goldberg’s first four rules of writing , there are some several thing that you can do easily to improve your writing skill ;

a. Give yourself a time limit. Write for one or ten or twenty minutes, and then stop.

b. Keep your hand moving until the time is up. Do not pause to stare into space or to read what you’ve written. Write quickly but not in a hurry.

c. Pay no attention to grammar, spelling, punctuation, neatness, or style. Nobody else needs to read what you produce here. The correctness and quality of what you write do not matter; the act of writing does.

d. If you get off the topic or run out of ideas, keep writing anyway. If necessary, write nonsense or whatever comes into your head, or simply scribble: anything to keep the hand moving.

e. If you feel bored or uncomfortable as you’re writing, ask yourself what’s bothering you and write about that.

f. When the time is up, look over what you’ve written, and mark passages that contain ideas or phrases that might be worth keeping or elaborating on in a subsequent freewriting session

By practicing and never give up in any failure, we hope that creative writing as one of the abilities that should possessed , can be mastered as well as it application in our daily life.